• ARTICLE,  CHRISTIANITY,  PERSONAL

    Berjalan Sendiri, Yakin Nih?

    Lahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara memang memberi pembentukan tersendiri ya buat aku, jadi dari kecil terbiasa sebisa mungkin ngga ngerepotin orang tua. Kalau bisa malah bantuin orang tua walau kadang mager juga kalau disuruh cuci piring, masak, mandiin adek, kasih inang matua (nenek) makan dan mandiin, atau sesederhana bantuin PR adek. Dari kecil udah bantu mamak jualan dengan jaga kios, pulang sekolah langsung buka kios mamak, jagain sampai malem. Kalau libur ya sejak bangun pagi sampai tidur lagi jaga kios. Ujung-ujungnya memang kurang bermain dan kerjaannya baca melulu karena mamak juga rajin beliin bacaan. Salah satu penghiburan kala itu album-album bajakan  Westlife sampai hapal dan bangga nyanyiin dimana-mana.…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY

    Konseling Pranikah 4 – Komunikasi dan Menghadapi Konflik dalam Pernikahan

    Dalam buku “The Mirages of Marriage” dituliskan bahwa komunikasi merupakan salah satu komponen pernikahan yang paling penting. Berikut satu kutipan yang menarik mengenai komunikasi yang diutarakan dalam buku tersebut: People in our culture believe that the most important communications are spokens or written. This view is erroneous, because everything which a person does in relation to another is some kind of message. The is no NOT communicating, even silence is communication. Thus one of the greatest difficulties in communication between individuals is recognizing what the other person really means. Memang segala sesuatu yang dilakukan pasangan satu sama lain adalah bentuk komunikasi yang menyampaikan pesan tertentu. Namun sering sekali terjadi konflik…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY

    Konseling Pranikah 3 – Apa Kepentingan Sistem Dalam Pernikahan?

             Hubungan yang khusus di antara dua pribadi dengan cepat membentuk sistem, baik dalam komunikasi maupun dalam kehidupan mereka berdua secara utuh. Di dalam sistem tersebut, setiap orang dengan keunikan kepribadian masing-masing memainkan peran yang disukai dan yang ia pakai dalam dimensi-dimensi hidupnya. Pergaulan dan pengenalan yang singkat dengan pasangan biasanya tidak menyingkapkan keseluruhan sistem. Mungkin ia belum mengenal peran yang dipakai oleh pasangan pada saat ia tidur, makan, menonton TV, mengisi waktu luang, bergaul, studi, atau bagaimana ia tidur, dan berkomunikasi dengan orang tuanya, sehingga pergaulan yang singkat meskipun diisi dengan keterbukaan belum memberikan pengenalan yang seutuhnya. Bahkan pergaulan yang sudah lama pun tidak menjamin individu mengenal kehidupan pasangan dengan…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY

    Konseling Pranikah 2 – Cinta Dalam Pernikahan Kristen

    Manusia yang diciptakan sebagai peta dan gambar Allah adalah makhluk sosial dan seksual yang mempunyai kebutuhan untuk mendekat dan mengikatkan diri dengan lawan jenis. Remaja dan pemuda biasanya membangun hubungan berpacaran dengan alasan saling mencintai, namun sering sekali memiliki interpretasi yang keliru mengenai cinta. Cinta diartikan sebagai nafsu, cinta romantis, dan cinta erotis. Padahal cinta sangat berbeda dengan nafsu, karena nafsu identik dengan dorongan dan ketertarikan seksual, cenderung membutakan, berpatokan pada gambaran ideal pasangan, dan cenderung jatuh cinta pada ide romantis bukan pada keberadaan manusia yang sesungguhnya. Natur cinta yang sangat kompleks telah membuahkan berbagai macam teori dengan keunikannya sendiri, antara lain teori “triangular model of love” dari Robert Stenberg…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY

    Konseling Pranikah 1 – Tujuan Allah dalam Pernikahan Kristen

    Pacaran bagi orang Kristen adalah masa perkenalan antara dua pribadi secara khusus dengan tujuan pernikahan. Disebut secara “khusus’, oleh karena pacaran bukan hanya sekedar masa perkenalan. Ada unsur-unsur tertentu yang seharusnya tidak ada dalam masa perkenalan pada umumnya yang harus ada dalam masa pacaran. Dua pribadi yang berlawanan jenis itu mengambil sikap untuk mengkhususkan kebutuhan hubungan antara mereka berdua. Meningkatkan hubungan mereka dalam pengalaman-pengalaman interaksi yang semakin lama semakin semakin pribadi sifatnya untuk mencapai tujuan bersama yaitu pernikahan. Tujuan Allah dalam Pernikahan Kristen Pernikahan Kristen memiliki keunikan yang disaksikan melalui Alkitab, bahwa Allah memiliki maksud dan kehendak di balik penciptaan dan pelembagaan pernikahan dan kelurga. Allah berinisiatif bahwa melalui pernikahan…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY

    Living with the Uncertainties of God’s Providence – Eksposisi Pengkhotbah 11:1-6

    Pengkhotbah merupakan kitab yang  berisi pedoman-pedoman hikmat dan nasihat dalam menjalani kehidupan keseharian para jemaat. Hikmat ini sebenarnya milik Allah sendiri, tetapi Dia memberikannya kepada manusia, laki-laki dan perempuan (Pengk 2:26). Agar kita tidak menganggap hal ini sebagai suatu hal yang sukar dimengerti, kita diberi contoh-contoh mengenai apa yang dimaksudkan dengan hikmat praktis itu (Pengk 8:2-6; 10:1-11:6). Sebenarnya, peringatan si Pengkhotbah yang terakhir ialah bahwa kehidupan itu bukan untuk diketahui, tetapi untuk dijalani (Pengk 12:12-14).   Konteks Pengkhotbah 11 dengan bijaksana mengatakan bahwa manusia tidak mengetahui apa yang terjadi pada masa depan, sehingga manusia harus membuat persiapan dengan membuat rencana-rencana dan keputusan yang sesuai dengan ketetapan Allah. [1] Pada bagian…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY

    HUBUNGAN SUAMI ISTRI DALAM SURAT KOLOSE: KOLOSE 3:18-19

    LATAR BELAKANG DAN KONTEKS Dalam Kolose 3:12-17 Paulus telah menguraikan mengenai beberapa cara hidup yang seharusnya dimiliki komunitas Kristen sebagai sebuah identitas “manusia baru”, sisi kemanusiaan yang Tuhan telah ciptakan dan berdasar kepada Kristus. Esensi utama dari kemanusiaan yang baru ini adalah mutuality yaitu kebersamaan dan adanya timbal balik satu sama lain. Dalam diri yang baru, tidak ada lagi “kafir atau Yahudi, bersunat atau tidak bersunar, orang yang biadab, diperbudak atau bebas”. Orang Kristen harus melihat diri mereka sebagai satu kesatuan tubuh Kristus, dimana sikap dan kasih satu sama lain harus diberlakukan. [1] Pada bagian Kolose 3:18-4:1 Paulus berbicara mengenai hal yang lebih praktis. Martin Luther menyebut bagian ini sebagai…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY

    Kehidupan Setelah Lahir Baru

    Sejak semula Allah menciptakan manusia dengan sebuah tujuan yang besar, lalu kejatuhan manusia ke dalam dosa telah merusak hubungan Allah dengan manusia. Namun Allah tidak tinggal diam, tujuan dan rencana Allah harus terus berjalan. Allah berinisiatif untuk membebaskan manusia dari jerat dosa melalui karya keselamatan oleh Yesus Kristus. Usaha manusia tidak dapat mendamaikan kita dengan Allah, karena kita tidak sanggup untuk mengetahui apa yang Tuhan inginkan, penebusan harus datangnya dari Tuhan. Setelah manusia dilepas dan ditebus tidak ada lagi yang berhak atas seseorang yang ditebus oleh Allah, sekalipun kita manusia jatuh ke dalam dosa setelah diselamatkan, keselamatan itu tidak akan hilang lagi. Apakah keselamatan tergantung kepada orang yang diselamatkan?  Tentu…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY

    The Danger of The Sin

    Dosa bukanlah sebuah substansi (benda/barang), tetapi sebuah kerusakan (defect), kehilangan sesuatu yang esensial (deprivation), ketiadaan kebaikan (an absence of good), kelemahan (weakness). Ketidakseimbangan (imbalance), sama seperti kebutaan adalah kehilangan penglihatan. Dosa bukanlah hanya ketiadaan tapi kehilangan sesuatu yang esensial bagi kehidupan/ keberadaan (privation, lacking something essential to life). Kurang tampan, kurang cantik, memiliki harta sedikit, dll itu tidak dosa, tetapi tidak mensyukuri apa yang Tuhan sediakan dan percayakan adalah dosa. Setiap manusia dalam hidupnya mungkin mengalami penderitaan. Ada dua penderitaan yaitu penderitaan karena dosa dan penderitaan karena kebenaran. Kedua penderitaan tersebut merupakan pilihan bagi manusia, apabila manusia mengikuti iblis dengan segala tipu dayanya, maka ia akan mengalami penderitaan karena dosa,…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY

    Pentingnya Pemahaman Imago Dei dalam Proses Menjadi Diri Sendiri yang Autentik

    Sejak kecil saya sering sekali penasaran dengan isi pikiran dan perasaan orang lain yang sejujurnya, karena dalam interaksi sosial yang saya rasakan, sering sekali kita tidak tidak tampil apa adanya. Selalu berusaha tampil lebih baik, menutupi kekurangan diri, bersifat manipulatif dalam berteman, dan hidup dalam imajinasi karena kehidupan nyata tidak sesuai harapan. Sampai-sampai saya sering berkhayal kalau kacamata minus yang saya gunakan setiap hari memiliki kemampuan untuk menerawang jauh ke dalam pikiran dan perasaan orang lain, supaya lebih nyata dan jujur. Kita memang hidup di zaman dengan tuntutan hidup yang semakin tinggi yang tidak jarang kita ciptakan sendiri. Era digital tanpa sadar mengajarkan kita untuk bersifat manipulatif, menampilkan diri sebaik-baiknya,…