JOURNAL

Caraku Merayakan Tahun Baru: 2020!

Di timeline FB banyak ibu-ibu yang kampanye kalau setiap hari itu sama saja, jadi tidak perlu heboh merayakan tahun baru. Tidak masalah, itu sudut pandang dan pilihan mereka. Tapi kalau aku analisa, mereka ko ibu-ibu yang …… (Er, be mindful.. Ga perlu analisa berujung judgemental).. Haha

Kalau aku sih tim yang selalu merayakan tahun baru, udah budaya dari kecil di kampung. Tahun baru itu istimewa, selalu disambut dengan meriah dan penuh sukacita. Tahun baru diidentikkan dengan pengharapan baru. Kaya punya semangat baru juga sih, memulai semuanya dari tanggal 1..

Di setiap momen akhir tahun, sebisa mungkin aku ambil waktu untuk evaluasi apa yang terjadi selama tahun ini. Pencapaian apa yang kuraih, kegagalan apa yang kualami, apa yang perlu diperbaiki dan kehidupan seperti inikah yang aku mau terus jalani? Bicara dengan diri sendiri dan Tuhan di akhir tahun menjadi momen yang spesial, walau tak jarang harus memaksa diri melakukannya.

An unexamined life is not worth living – Socrates.

Maksud dari quote Socrates tersebut adalah bahwa hidup yang tidak pernah di evaluasi, tidak layak untuk dijalani. Jadi setiap orang harus mengevaluasi hidupnya, apakah kehidupan yang dijalani saat ini adalah sesuai dengan kemauan diri sendiri atau hanya sekedar mengikuti kemauan dan tuntutan lingkungan/orang lain.

Di evaluasi akhir tahun kemarin, aku menetapkan tahun 2019 sebagai tahun tersulit selama aku hidup di dunia, seriusan! Aku nggak pernah mengalami beban mental sehebat ini sih. Aku renung-renungkan apa aja yang udah berhasil dilalui 2019, aku jadi bangga pada diriku sendiri 😀 Sepertinya aku butuh bikin tulisan yang berbeda soal ini, tapi nggak masalah ya ini akan tayang duluan tulisannya..

Setelah evaluasi, lalu kemudian membuat rencana baru untuk tahun baru. Ada resolusi yang jelas dan terukur, bisa resolusi baru atau sisa resolusi tahun sebelumnya yang belum tercapai. Mulai memikirkan impian-impian baru yang ingin dicapai dan membayangkan betapa menyenangkan jika impian demi impian bisa tercapai.

Dengan adanya resolusi yang jelas, aku jadi tau tahun ini mau apa, goal jadi jelas dan terukur, tau arah hidup akan kemana dan apa rencana ke depan. Aku belajar banget untuk punya planning, karena ternyata hidup yang cuma dijalani seperti air mengalir itu serem banget, serius!

Jangan sampai tiba-tiba tersadar waktu udah berjalan begitu cepat dan belum kemana-mana, jalan di tempat kemudian menyesal. Sebisa mungkin membuat suatu rencana yang kemudian menjadi harapan, lalu dikerjakan sehingga jadi kenyataan.

Tapi jangan pikir aku selalu konsisten dengan resolusi dan goal itu, susah banget sih buatku. Terutama untuk daily planning, aku susah konsistennnn tolongg hahaha..Anaknya mudah beralih kepada hal lain yang seringnya tidak ada di agenda.

Tapi lagi-lagi bersyukur banget aku punya mentor, bu Rita, yang selalu dan selalu nagih goalku tiap tahun. Jadi tiap tahun aku udah harus kasih goal 10-3-1 tahun, detail banget haha… Si ibu akan evaluasi goalku itu dan kasih masukan, misal kurang detail, kurang lengkap dan kurang banyak LOL

Senang banget ada orang yang bisa diajak berbagi tentang hidupku, impianku, dan harapanku. Selalu mendorong untuk maju, memotivasi dan berharap aku bisa hidup lebih baik.

2020 harus memulai pola hidup lebih baik, kembali ke titik optimis bahwa habit bisa diubah, harus belajar konsisten dan evaluasi lagi dan lagi. 2020 harus hidup lebih baik sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas semua berkatNya di 2019, tahun yang sulit namun bisa dilalui.

Dari tahun lalu aku memang belajar membuat tema tahunan, belajar dari salah satu dosen. Kalau 2019 tema tahunanku adalah self caring dan be present, tema tahun 2020 adalah self discipline!

Harus belajar disiplin lagi dalam setiap aspek kehidupan. Supaya goal tahun ini bisa tercapai, harus banget disiplin dan disiplin. Aku harus mencoba optimis karena melihat diri ini dari tahun ke tahun soal disiplin masih banyak gagalnya LOL

Beberapa area prioritasku tahun ini adalah disiplin mengelola keuangan dan waktu, dua hal ini benar-benar harus diseriusin. Aku benar-benar pemula dalam mengelola keuangan, karena selama kuliah benar-benar miris dan hampir ga ada yang mau dikelola juga haha Jadi memang hemat banget ya karena terpaksa.

Sekarang kan udah bekerja, harus banget belajar mengelola penghasilan. Untuk mengawalinya aku ikutan kulwapnya mba Annisa dan mba Windi Teguh tentang financial planning, dan mataku terbuka lebar betapa berbahaya kalau aku sembarangan soal si uang ini.

Area lainnya adalah waktu, aku pengen banget produktif karena aku banyak maunya. Pengen produktif di pekerjaan, di bisnis, dan self branding di media sosial melalui podcast, blog, dan IG. Jadi banyak sekali hal yang harus aku lakukan dalam 24 jam sehari. Kalau tidak diatur waktunya, pasti keteteran dan justru nggak produktif sama sekali. Aku bisa berakhir dengan leyeh-leyeh seharian di weekendku, dan aku nggak mau itu terjadi.

Dari 2016 memang aku udah mulai belajar rutin mengatur jadwal harian, karena ini bukan habitku dari kecil. Setiap semester aku kasih jadwal harian ke bu Rita untuk dievaluasi, dikasih masukan dan direvisi. Tahun ini udah kerja, jadi management waktunya beda lagi, lebih simpel karena ga ada tugas-tugas kuliah or tesis. Tapi memiliki peluang besar buang-buang waktu Haha..

2020 mencoba lebih realistis dengan hidup dan terus optimis bahwa semua orang bisa hidup lebih baik, yang membedakannya adalah keputusan diri masing-masing!

Kalau kamu, apa resolusimu tahun ini?

Tuhan Memberkati

3 Comments

  • Frisca

    Aku tipe orang yang ga pernah bikin resolusi di tiap tahunnya. Hahaha sedih ya kaya ga ada tujuan hidup gitu. Tapi bedanya di tahun ini aku coba buat resolusi bersama keluarga kecilku (yang bener-bener masih kecil karena cuma berdua)….Terus didoakan dan tentu juga harus take action supaya itu bisa tercapai.

    Bicara soal disiplin, itu adalah hal yang mudah diucapkan tapi sulit dikerjakan hahaha. Aku suka bikin habit tracker gitu tapi ada aja habit-habit yang mager banget buat dilakukan. Terutama habit untuk lebih dekat sama Tuhan (baca: saat teduh). Di masa sekolah, habit ini bukan suatu hal yang sulit dilakukan tapi semenjak masuk ke dunia kerja, makin sulit dikerjakan uhuhu. Jadi downgrade gitu ya. Huhuh…Terus malah jadi curhat aku #plak

    Semoga goal kaka taun ini bisa tercapai ya. Amin

    • Erika H Sinaga

      Aku dari SMA udah terbiasa bikin resolusi. Kadang dikerjakan kadang nggak hahaha..
      Perlu evaluasi sekala berkala, dan rencana harian harus mengarah pada goal tahunan..
      Dan disiplin melakukannya adalah bagian tersulit huhu..
      Tetap semangat ya..Selamat untuk pernikahannya..Semoga dari berdua jadi bertiga dan seterusnya.. Amin…Tuhan memberkati 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *