ARTICLE,  JOURNAL,  PERSONAL

Makna Ketulusan Hati di Hari Ibu 2020

Kemarin udah bikin quotes ini karena teringat dengan nasihat mamak yang terus menerus sampai hapal. Liat postingan Tere, baru ngeh hari ini ternyata mothers day, yey pas banget!! Mamak kami emang tipe penasehat banget, dari kecil uda menasehati kami berbagai hal yang kalau dipikir-pikir ternyata sangat membentuk karakter sampai sekarang.

Ga heran tiap buka facebook, aku sering melihat mamak komen di status orang, isinya tentu aja nasehat hahahah kadang ketawa sendiri atau senyum sambil mikir: mamak kami inilah memang..Udah mendarah daging kayanya jiwa menasehati itu.

Inti dari quotes ini adalah ketulusan hati, apapun yang dilakukan atau dikatakan kalau itu berasal dari hati yang tulus, orang lain pasti bisa merasakan. Walaupun ucapan kita manis, tapi hati kita tidak murni, lama-lama orang lain akan melihat itu, karena kata hati nggak bisa bohong kan?

Bahkan memasak pun harus dengan hati yang tulus, dibumbui dengan cinta, supaya hasil masakannya bisa jauh lebih enak dan semua orang yang memakannya bisa merasakan cinta. Rada nggak masuk akal memang, tapi terbukti ko. Adik laki-lakiku selalu mengatakan masakan mamak paling enak, padahal cuma indomie atau nasi goreng, yang kalau kami masak memang berasa beda entah di bagian apanya. Kalian pernah mengalaminya nggak sih?

Aku ingat beberapa konteks mamak ingatin lagi nasehat ini adalah ketika aku bertanya kenapa ibu-ibu yang galak di kampung tapi ke mamak bisa baik banget? Kenapa orang-orang suka curhat ke mamak? Kenapa orang-orang baik sama kita? Kenapa orang itu jahat banget tapi mamak masih baik sama dia? Kenapa aku harus baik sama kawanku yang jelas-jelas jahat sama aku? Kenapa kau nggak boleh merencanakan yang jahat kepada orang yang jahat?

Banyak konteks pokoknya nasehat ini akan disampaikan. Walau waktu kecil aku suka nggak terima, tapi sampai sekarang aku membuktikannya sih. Ada banyak hal yang aku heran kenapa bisa terjadi, kenapa orang bisa nyaman sama aku padahal nggak berasa melakukan banyak. Kenapa orang merasa cocok konseling sama aku padahal baru sekali ketemu. Kenapa orang yang sulit dekat dengan orang lain merasa nyaman terbuka sama aku?

Ternyata nasehat ini adalah salah satu latihanku berempati yang sudah dimulai jauh sebelum aku kuliah psikologi. Menyadari bahwa kalau kita tulus, mau mengerti dan menerima apapun kondisi orang lain, pelan-pelan akan menyentuh hati mereka dan entah kenapa komitmen sendiri untuk berubah. Tidak ada satupun orang yang bisa menolak ketulusan hati, kalaupun mereka terlihat menolak, pasti dia memikirkan dan merasakannya.

Namun perlu disadari, ketulusan hati juga tetap disertai kebijaksanaan. Jangan sampai ketulusan hati kita berakhir dengan kenaifan sampai dimanfaatkan oleh orang lain. Hati-hati ya, orang lain bisa sense soalnya kalau kita terlalu mudah dimanfaatkan 😀

Masih terus belajar dan berlatih karena sebagai manusia ada aja kondisi dimana gagal untuk tulus dan berempati. Tapi terimakasih mak sudah mengajarkan hal ini sedari kecil. Sayang mamak 

Happy Mothers Day untuk semua mother dimanapun berada. Kalian hebat dan berperan besar dalam pembentukan setiap generasi. Memulai pendidikan karakter dari rumah adalah yang terbaik 

#mothersday #hariibu #mother #ibu #woman

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *