CHRISTIANITY,  PERSONAL

The Art of Waiting

Tuhan memiliki rencana yang indah bagi hidupku, masa depanku dan segala sesuatu akan indah pada waktuNya.

Janji Tuhan diatas terus menerus aku kumandangkan di dalam hatiku dan meyakini bahwa janji itu pasti Tuhan tepati, karena Dia adalah Tuhan yang tidak pernah ingkar janji.
Bila aku renungkan lagi hidupku, aku menyadari bahwa Tuhan selalu baik bagiku, selalu memberikan yang kubutuhkan dan aku menyadari selama ini aku kurang memahami arti kata menunggu, karena jujur saja rasanya Tuhan selalu memberikan semuanya dengan segera. Walaupun aku harus menunggu, namun Tuhan selalu menjawabnya sebelum aku merasa bosan untuk menunggu.
Namun sangat terasa bagiku dalam tahun-tahun belakangan ini, ada satu hal yang Tuhan ajarkan kepadaku. Yaitu “The Art of Waiting“.
Menunggu yang pertama adalah, ketika aku diajak berdoa bersama oleh seorang sahabat, kami
menghabiskan waktu 1.5 tahun untuk menggumulkannya, dan akhirnya memutuskan berpacaran dan semuanya berakhir begitu saja. Bodohnya aku harus menunggu penjelasan darinya yang tidak kunjung datang hingga hari ini, 2 tahun lebih sudah berlalu dan aku masih setia menunggu penjelasan yang ntah kapan datangnya. Banyak orang menyarankan menyudahi saja kebodohan ini dan membuka hati, karena tidak terlihat keinginan darinya untuk menjelaskan semuanya, mau tidak mau aku harus menyelesaikannya sendiri. Namun aku merasa sangat mengenal dia dan berusaha memahami keadaan ini, dan ntah sampai kapan aku harus menunggu. Ingin menyudahi saja namun selalu ada hal yang menguatkan, bahwa aku harus menunggu kami menyelesaikannya dan belum siap memulai yang baru. Terkadang muncul pemikiran bahwa aku sedang tidak memahami kehendak Tuhan, namun selalu kutepis dengan keyakinan bahwa Dia masih menyuruhku menunggu.
Menunggu yang kedua adalah, masa study yang kurencanakan selesai dalam 4 tahun (wisuda bulan Agustus/September 2012). Aku sengaja mencukupkan diri dengan IPK 3 koma sedikit, tidak berencana memperbaiki nilai, hanya untuk segera selesai. Semuanya lancar, semester 7 seminar dan semester 8 skripsi. Bulan Juli 2012 selesai ambil data, dan siapa sangka aku sidang April 2013. Sangat banyak perjuangan yang harus aku lalui, lagi-lagi aku harus menunggu dan menekan keegoanku ketika melihat teman-teman satu persatu menyelesaikan studynya. Dengan berjuang mati-matian akhirnya aku bisa mengikuti Yudisium bulan ini. Namun proses menunggu tidak sampai disini, aku harus menunggu lagi wisuda periode berikutnya, di bulan Agustus/September. Siapa yang menyangka perencanaanku mundur satu tahun kemudian.

Aku tidak tahu dalam hal apalagi aku harus menunggu, dari dua contoh menunggu di atas pun aku sudah sangat belajar untuk menunggu waktuNya Tuhan. Penantian itu sungguh bukan hal yang menyenangkan, banyak hal yang harus dikorbankan terlebih perasaan, ego, kesabaran dan ketidaknyamanan karena pandangan sosial yang terkadang terasa mencemooh. Namun demikian, kembali janji Tuhan yang terus menguatkan. Semuanya akan indah pada waktuNya, asal kita menunggu dengan setia semuanya digenapi oleh Tuhan.
Bukan rancangan kita, namun rancangan Allah yang sempurna yang akan memberikan kebahagiaan yang sejati.
Bagi kamu yang sedang menantikan jawaban Tuhan dalam hal apapun itu, setialah berdoa dan bertanya kepadaNya. Tidak ada alasan untuk tidak sanggup menunggu, karena menunggu memiliki seni tersendiri yang  dapat kamu rasakan jika kamu menikmati proses penantian itu 🙂
Semuanya akan berakhir dengan indah, percaya saja 🙂
God Bless 🙂

11 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *