CHRISTIANITY, PERSONAL

Pentingnya Komunitas Kristen Sebagai Wadah Bertumbuh dan Melayani

Ketika kita menerima Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselanat secara pribadi, kita telah dilahirkan kembali dan
status kita berubah menjadi anak-anak Allah yang sejati, yang beroleh
keselamatan dan hidup kekal menjadi bagian kita. Ada hal-hal di dalam diri kita
yang langsung berubah saat kita lahir baru, yaitu status kita berubah menjadi
anak Allah yang sejati, dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran, dari
orang-orang yang harus binasa menjadi orang yang beroleh hidup kekal. Namun
kita harus menyadari bahwa kita masih seseorang yang sama, dengan karakter yang
sama, dan pola hidup yang sama. Kita harus kembali menghadapi dunia yang sama
dan orang-orang di lingkungan yang sama.

Dalam hal ini kita membutuhkan
adanya perubahan dalam hidup kita sebagai orang percaya sebagai bukti iman kita
kepadaNya. Ketika dahulu hidup kita penuh dengan dosa dan perilaku yang tidak
sesuai dengan kehendakNya, kita harus mengubahnya. Perubahan demi perubahan
dalam hidup kita tidak terjadi begitu saja, semua membutuhkan proses yang tidak
mudah dan tidak bisa terjadi dalam waktu yang singkat. Proses yang kita lalui
terkadang begitu sulitnya, sehingga sering muncul keingin untuk
menyerah. Bisa kita bayangkan sulitnya mengubah suatu kebiasaan yang
selama ini sudah kita nikmati selama bertahun-tahun kehidupan kita, bagaimana
mungkin aku berhenti merokok dalam sehari? Bagaimana mungkin aku mampu keluar
dari ikatan narkoba dalam waktu sesingkat ini? Dan banyak dosa dan keterikatan
lainnya yang rasanya mustahil untuk kita tinggalkan.
Firman Tuhan menjadi jawaban atas
semua kegelisahan kita, dengan firman Tuhan dan doa-doa yang kita panjatkan
dengan serius kita pasti mampu untuk keluar dari lingkaran zona nyaman kita
selama ini. Dalam  2 Timotius 3:16-17 dinyatakan : “
Segala tulisan
yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan
kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap
perbuatan baik”.
Dengan belajar firman Tuhan dari
sehari ke sehari, menaati dan mengaplikasikannya dalam hidup kita, terus berdoa
dengan serius, kita pasti mampu untuk menjalani kehidupan yang baru, menjadi
seseorang yang berbeda.
Namun permasalahannya tidak
sesederhana itu, sejujurnya sulit bagi kita untuk taat belajar firman Tuhan
setiap hari, dengan banyaknya kegiatan yang harus kita ikuti, sering sekali
kelelahan menjadi alasan bagi kita untuk tidak datang kepada Tuhan, bersekutu
dan belajar firmanNya. Untuk itulah, kita membutuhkan orang lain sesama orang
percaya, untuk mendukung kita dalam proses perubahan hidup, ketaatan untuk
meningkatkan kualitas hidup kita. Sulitnya proses perubahan hidup menjadi
seseorang yang baru serasa mustahil untuk diperjuangkan sendirian, kita
membutuhkan saudara seiman, bahkan seseorang yang secara rohani lebih dewasa
daripada kita, yang dapat membimbing kita dari hal terkecil sampai hal terbesar
dalam proses perubahan hidup ini. Hal yang mau saya sampaikan adalah, kita
membutuhkan komunitas untuk bertumbuh di dalam pengenalan akan Allah. Komunitas
yang benar-benar mengenal hidup kita, kelebihan dan kekurangan kita sebagai
seorang pribadi yang ingin terus diubahkan oleh Allah.
Ketika pertama sekali saya lahir
baru, saya bersedia bergabung dengan sebuah kelompok kecil di pelayanan
perkantas Pematangsiantar. Luar biasa, melalui kelompok kecil yang saya ikuti,
sedikit demi sedikit karakter saya semakin dibentuk menjadi karakter kesukaan
Allah, walau saya akui tidak semua karakter buruk saya mampu saya ubah sampai
saat ini. Kelompok kecil kami dipimpin oleh seorang kakak yang dewasa di dalam
Tuhan, dia terus membimbing kami satu persatu dengan kasih, sehingga kami
semakin mengenal satu sama lain dan mendukung pertumbuhan masing-masing. Mulai
mencintai firman Tuhan, belajar firman Tuhan setiap hari melalui saat teduh,
diajari cara berjam doa pribadi setiap harinya, bagaimana menggali dan
mendalami Alkitab secara pribadi, dan banyak hal lainnya.
Kami juga terus diisi dan diajak
untuk terlibat dalam pelayanan Persekutuan Siswa Kristen SMA N 4
Pematangsiantar, mengikuti ibadah dan pengisian-pengisian dlam persekutuan
tersebut, yang berada dalam naungan Perkantas Pematangsiantar. Ketika kami
dipandang siap, kami dilibatkan untuk ikut ambil bagian dalam melayani Tuhan.
Ketika saya memasuki dunia mahasiswa, saya pindah dari Siantar ke Medan, dan di
kota Medan saya kembali mencari komunitas dimana saya bisa bertumbuh dan
melayani Tuhan. Saya bergabung dengan kelompok kecil baru di kampus, dan
melayani di UKM KMK USU UP Psikologi. Dan sekarang melayani juga di GKPS
Padangbulan.
Kesadaran bahwa saya membutuhkan
komunitas untuk terus mendukung pertumbuhan saya, saya membutuhkan orang-orang
yang mengingatkan saya ketika hidup saya melenceng, saya membutuhkan
orang-orang yang memperhatikan saya, saya membutuhkan
sebuah wadah untuk melayani Tuhan, saya membutuhkan mereka semua. Karena saya
sadari bahwa orang-orang yang menyatakan dirinya bertumbuh pasti memiliki
kerinduan yang dalam untuk melayani Tuhan.
Firman Tuhan dalam Ibrani
10:25 mengatakan : “Janganlah kita
menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh
beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat
melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”
.
Satu hal yang mau saya tekankan,
walaupun tulisan ini cenderung menekankan kepada orang-orang yang baru
 lahir baru namun sebenarnya setiap orang percaya membutuhkan adanya
komunitas untuk bertumbuh dan melayani. Bahkan orang-orang yang menyatakan diri
sebagai seseorang yang sudah dewasa di dalam Tuhan pun membutuhkannya. Maka dari
itu, perhatikan kegelisahan dalam dirimu ketika kamu memiliki kerinduan untuk
melayani Tuhan dalam suatu komunitas tertentu. Berikan diri untuk melayani
Tuhan. 
Dan kepada teman-teman yang
diajak untuk mengikuti kelompok kecil, pelayanan kampus, pelayanan gereja,
sediakanlah waktumu jika memang kamu mengaku ingin bertumbuh lebih lagi.
Dimanapun kita melayani boleh saja, tidak ada paksaan harus di kampus, harus di
gereja,dll. Tuhan mau kita memberikan diri,:)
Maaf untuk setiap kekurangan
dalam tulisan ini, hanya ingin menyalurkan apa yang ada di dalam pikiran
saya..Tuhan memberkati
Sharing is caring
0

5 thoughts on “Pentingnya Komunitas Kristen Sebagai Wadah Bertumbuh dan Melayani

  1. Syalom, Damai Tuhan beserta kita semua.
    Sharing saya : Muliakan, Pujilah, Sembahlah dan Bersyukurlah kepada Allah Bapa setiap hari.
    Jangan Sombong, jangan mengira semua kerja dan hal-hal yg kamu miliki adalah semata-mata karena usahamu, karena sebenarnya bernafaspun kita tidak bisa tanpa ada Kasih Tuhan. Kasihilah Tuhan Allahmu dan sesamamu manusia, termasuk musuh-musuhmu. Amin.

  2. AWAS AJARAN SESAT!!!!!!!!

    Berhati-hatilah dengan ajaran sesat yang muncul di medan.
    Ajaran ini mengatas namakan agama Kristen, padahal Ajarannya sangat menyimpang dari Agama Kristen.
    Ajaran ini dibawa oleh Pdt. Asaf Marpaung.
    Dalam pengajarannya Pdt ini menyamakan dirinya dengan Tuhan Yesus, dan mengkultuskan dirinya sebagai Tuhan.
    Dia mengatakan Bapa di surga hanya berbicara melalui dia.

    Ajaran ini menyimpang karena melarang umatnya mengusir setan dalam nama Yesus, melarang berdoa syafaat, Melarang perjamuaan kudus, tidak perlu berbahasa Roh, dilarang beribadah ke gereja/persekutuan lain.

    Berita ini bukan omong kosong, semua dapat membuktikannya, tapi siapapun yang hendak menyelidiki harus didampaingi oleh hamba Tuhan, karena Pdt. Asaf ini mempunyai kemampuan mempengaruhi orang.

    Modus ajaran ini sangat sederhana, Pdt Asaf membuat seminar prophetic, di seminar itu peserta dipengaruhi, dibelokkan pengertiannya tentang Kekristenan, dan hebatnya dia berhasil mempengaruhi dan peserta seminar mengalami cuci otak.

    Jadi jika ada di antara teman-teman yang mendapat tawaran seminar prophetik, dengan pembicara Pdt. Asaf, segera berjaga-jaga, Minta hamba Tuhan di gereja kalian menyelidiki terlebih dahulu.

    Pengikut ajaran ini sudah mulai banyak, mereka cenderung tertutup, dan secara diam-diam mengajak ikut seminat Pdt. Asaf.

    Meskipun berkedok ajaran Kristen, pada prakteknya ajaran ini sangat bertentangan dengan ajaran Kristen yang sebenarnya.

    Ajaran ini mulai berusaha menggunakan media jejaring sosial, blog dan website.

    Jadi saudara semua, mari memberitahukan sesama umat Kristen, (jika mempunya BB bisa bantu broadcase) jika ada yang meragukan informasi ini silahkan menyelidiki, tapi harus didampingi Hamba Tuhan.

    GBU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *