• CHRISTIANITY,  PERSONAL

    Jawaban dan Titik Cerah di 2016

    Sorry to say, ini postingan uda mandek di draft berbulan-bulan. Sejak kerja dan kuliah benar-benar terkuras waktu dan tenaga, ga sempat nge-blog..huhuhu Selama beberapa bulan berada di Jakarta, salah satu beban besarku adalah mencari pekerjaan yang sesuai. Ada banyak faktor yang membuatku mempertimbangkan sebuah pekerjaan, antara lain kesesuain dengan latarbelakang pendidikan, kesesuain dengan panggilan hidup, kesesuaian dengan jadwal kuliah nantinya dan kesesuaian salary tentunya. Banyangin saja, mau cari kerjaan tanpa membubuhi berbagai macam syarat saja susah, nah saya kepedean banget  bikin banyak syarat untuk pekerjaan saya nantinya. Sebenarnya bukan tanpa alasan, tapi jujur aja saya lagi galau berat masa itu. Ada banyak ketidakpastian yang harus saya lalui. Boleh baca di…

  • CHRISTIANITY,  PERSONAL

    Happy 10th years Anniversary dear J..

    Aku ga ingat tanggal tepatnya pertama kali menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadiku, antara 23 atau 30 Juli 2005, yang pasti momen itu terjadi ketika Persekutuan Siswa Kristen (PSK) SMA N 4 Pematangsiantar mengadakan kebaktian awal tahun ajaran untuk menyambut siswa-siswa baru yang selalu dipergunakan sebagai kesempatan untuk menjangkau siswa baru dan lama untuk ditantang mengikut Yesus. Hari itu sangat istimewa, menyadari benar akan keberdosaan diri dan betapa aku membutuhkan Dia sebagai penyelamatku. Tak terasa, hari itu berlalu 10 tahun yang lalu, yang artinya sudah 10 tahun aku mengenal Dia secara pribadi dan memahami makna hidup yang sebenarnya. Kalau aku merenungkan kembali perjalanan kehidupan rohaniku selama 10 tahun ini.…

  • CHRISTIANITY,  PERSONAL

    Beranjak Dari Zona Nyaman

    Amsal 6:9-10 ; Yesaya 40:31 Zona nyaman menurut Alasdair White adalah aktivitas mental dimana seseorang menjaga dirinya dari rasa cemas dengan menggunakan perilaku-perilaku yang menciptakan performa yang stabil dan biasanya diikuti perasaaan menghindari resiko. Zona juga merupakan keadaan dimana perasaan kita tenang, tidak memiliki hambatan/tantangan yang cukup berat dan kita  merasa berada di titik aman. Contoh zona nyaman adalah malas bangun pagi untuk saat teduh dan berdoa, di pekerjaan lebih memilih berbohong daripada harus berintegritas tapi jabatan terancam, di pelayanan tidak mau mengambil bagian di seksi karena takut sibuk dan capek. Dari nats Amsal 6:9-10 kita bisa melihat bagaimana Firman Tuhan menegur kita untuk tidak terus berada dalam zona nyaman…

  • CHRISTIANITY,  PERSONAL

    Belajar Memurnikan Hati

    Setelah lama tersimpan di draft..mihihi.. Sejak awal bekerja disini bersama dengan seorang rekan kerja yang sudah dianggap sebagai kakak, aku dan beliau mendapati bahwa kami menyukai satu lagu yang sama. Bahkan kami menyepakati lagu ini sebagai lagu wajib kami sebagai konselor, yang akan terus mengingatkan kami melayani dengan hati yang murni, seperti emas. Dan aku ingat beberapa waktu pada saat itu Tuhan terus mengingatkanku mengenai kemurnian hati, melalui saat teduh, ibadah di gereja dan juga proses pembentukan melalui kesediaan diri memberikan pertolongan secara intens kepada seorang teman yang membutuhkan. Purify my heart Let me be as gold and precious silver Purify my heart Let me be as gold, pure gold…

  • ARTICLE,  CHRISTIANITY,  PSYCHOLOGY

    Deppression is Exist

        You would be surprised with how many people in your life could be going through depression at this very moment.  People hide it like a paper bag over their heads out of fear of being judged, made fun of, seen as weak, or just not taken seriously.  Depression should not be taken lightly, it holds us down from our purpose and potential in life.  Those who tell you that it doesn’t exist have never experienced depression in their life, therefore not understanding the symptoms and how it’s something that cannot be fixed in a day!  So if you think you are depressed or if you think you know…

  • CHRISTIANITY,  PERSONAL

    The Art of Waiting

    Tuhan memiliki rencana yang indah bagi hidupku, masa depanku dan segala sesuatu akan indah pada waktuNya. Janji Tuhan diatas terus menerus aku kumandangkan di dalam hatiku dan meyakini bahwa janji itu pasti Tuhan tepati, karena Dia adalah Tuhan yang tidak pernah ingkar janji. Bila aku renungkan lagi hidupku, aku menyadari bahwa Tuhan selalu baik bagiku, selalu memberikan yang kubutuhkan dan aku menyadari selama ini aku kurang memahami arti kata menunggu, karena jujur saja rasanya Tuhan selalu memberikan semuanya dengan segera. Walaupun aku harus menunggu, namun Tuhan selalu menjawabnya sebelum aku merasa bosan untuk menunggu. Namun sangat terasa bagiku dalam tahun-tahun belakangan ini, ada satu hal yang Tuhan ajarkan kepadaku. Yaitu…

  • ENTERPRENEUR OPPORTUNITY,  ENTERPRENEURSHIP

    Suka Duka Bisnis Online Shop

    Sejak November 2012 aku memulai bisnis Online Shop, bermodalkan pengalaman dari kecil udah jualan kedai sampah di rumah, semasa kuliah juga jualan Shoppie Martin dan Oriflame, join MNI dll hahahha Semua jenis MLM mau kucobain ya..ckkckc Mau gimana, walaupun dulu aku selalu berkomitmen dalam hati (ceileh..), di masa depan aku ga bakalan mau jadi pedagang, jualan, dan apalah namanya.. Jujur aja aku selalu merasa terikat dengan semua itu, dari kecil. Aku jarang bisa main sepuas hati dengan teman-teman, walau jam mainku masih ada sih. Aku tumbuh menjadi anak rumahan yang selalu stand by jaga kios mamaku..TV, majalah, novel, buku cerita, lagu Westlife menemaniku selalu..Curcolnya kepanjangan tolong ya ^_~ Nah, ternyata…

  • PERSONAL

    “Bubuk kopi, wortel atau telur ?”

    copy dari group.. Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.…