CHRISTIANITY,  PERSONAL

Jawaban dan Titik Cerah di 2016

Sorry to say, ini postingan uda mandek di draft berbulan-bulan. Sejak kerja dan kuliah benar-benar terkuras waktu dan tenaga, ga sempat nge-blog..huhuhu

Selama beberapa bulan berada di Jakarta, salah satu beban besarku adalah mencari pekerjaan yang sesuai. Ada banyak faktor yang membuatku mempertimbangkan sebuah pekerjaan, antara lain kesesuain dengan latarbelakang pendidikan, kesesuain dengan panggilan hidup, kesesuaian dengan jadwal kuliah nantinya dan kesesuaian salary tentunya. Banyangin saja, mau cari kerjaan tanpa membubuhi berbagai macam syarat saja susah, nah saya kepedean banget  bikin banyak syarat untuk pekerjaan saya nantinya.

Sebenarnya bukan tanpa alasan, tapi jujur aja saya lagi galau berat masa itu. Ada banyak ketidakpastian yang harus saya lalui. Boleh baca di posingan ini Masa galau .Tujuan utama saya berangkat ke Jakarta adalah studi lanjut, namun studi lanjut tersebut akan dimulai dari bulan Januari, sementara Agustus saya sudah berada di Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan hidup yang cukup mahal tentu saya harus bekerja, karena prinsip saya sangat teguh untuk tidak meminta uang dari orangtua. Namun pekerjaan apa yang dapat saya lakukan dalam masa 4 bulan? Kalau harus resign, rasanya tidak bertanggungjawab. Tapi kalau tidak resign, rasanya sulit bekerja sembari kuliah. Saya memang aktif mengelola online shop, namun hasilnya belum
mampu memenuhi semua kebutuhan saya. Memang Tuhan menolong dengan berbagai cara ajaib dan hal itu berlangsung sampai bulan Januari. Kalau harus kuliah tanpa bekerja, saya juga belum berani menghubungi donatur jikalau kelulusan saya di kampus tersebut belum pasti.
Ada masa dimana saya mulai lupa tujuan saya, mulai tidak berani memikirkan mimpi untuk segera melanjutkan studi, karena lebih fokus memikirkan pekerjaan dan kesulitan ekonomi. Namun bersyukur Tuhan selalu ingatkan saya baik melalui Firman Tuhan yang setiap hari saya renungkan, dan juga melalui orang-orang di sekitar saya terutama bang Darno selalu mengingatkan akan tujuan saya yang sebenarnya, sehingga panggilan itu tetap hidup dalam hati saya.

Januari 2016 satu persatu pergumulan dan pertanyaan dalam hidup saya mulai terjawab. Kalau saya pikir-pikir kembali dan baca lagi catatan kegalauan saya sebelumnya, saya heran sih ko bisa-bisanya Tuhan rancang jalan yang sedemikian sesuai dengan kebutuhan saya, bahkan tidak kepikiran sebelumnya.

1, PEKERJAAN, seperti yang saya tuliskan sebelumnya, saya membutuhkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi saya, panggilan hidup, salary sesuai, bisa sesuaikan jadwal dengan perkuliahan nantinya, dan lainnya. Ketika saya mulai hopeless dan pasrah atau udah deh berserah penuh sepenuh-penuhnya dan sesuka-sukanya Tuhan, saya malah beneran dapat pekerjaan sesuai kriteria diatas. Dengan cara yang unik melalui kenalan adik saya, saya melamar pekerjaan di salah satu bimbingan belajar yang sedang berkembang pesat di Jakarta, dan diterima untuk menjadi guru konsultasi dan TPA. Dan semua kriteria diatas terpenuhi. Horeeeee xD

2. STUDY LANJUT, Kerinduan untuk studi lanjut dijawab Tuhan, as we know “nekat” is my middle name. Dengan dukungan maksimal dari bang Darno, dari November 2015 aku sudah mendaftar dan Aku ga punya uang, sama sekali! Bukan hanya itu saja, ada banyak kekurangan uang yang harus kututupi dari ketidakcukupan hasil OL Shopku sebagai biaya hidup di Jakarta. Namun saya belajar percaya pada rencana Tuhan, Dia kaya ko, pasti mampu mencukupkan semuanya. Mungkin ada masanya saya akan lebih detail bercerita mujizat-mujizat apa saja yang saya alami secara pribadi nantinya. Dan singkat cerita, saya diterima di STTRI Jakarta jurusan Pastoral Konseling. Saya blank waktu mengetahui perkuliahan akan dimulai namun uang kuliah belum ditagih. WOW, kuliah tanpa bayar buat sementara waktu hihihi. Waktu kuliah bisa disesuaikan dengan pekerjaan walau jumlah les pada saat semester pertama saya berkurang 1 hari dan semester kedua ini berkurang hanya 3 hari. Dirancang banget ya sama Tuhan. :))

3. PUBLIC SPEAKING, untuk sementara saya berhenti belajar mengenai public speaking ini karena ketidakcukupan waktu dan energi, namun saya melihat Tuhan melatih saya kembali untuk terbiasa tampil kembali di hadapan orang lain ( sudah lama tidak MC, ngajar,mimpin rapat, dll). Saya meyakini melalui pekerjaan saya sebagai guru konsultasi dan pengajar melatih saya untuk berbicara di hadapan orang lain. Memikirkan topik yang akan disampaikan, dan cara penyampaian yang tidak membosankan. Ada banyak hal saya pelajari selama menjadi pengajar aktif ini. Suatu saat mungkin saya akan belajar untuk public speaking, terutama di bisnis AMWAY dimana para leader harus terbiasa berbicara di depan audience.

4. BISNIS, saya tetap menjalaninya sesuai hobi saya, di sela-sela waktu luang yang ada. Dalam hal ini Tuhan juga menjawabnya.Tuhan memperkenalkan bisnis AMWAY melalui bu Rita Matindas, senior di kampus STTRI. Dan selama 6 bulan ini sudah menjalani bisnis ini dan mulai menikmati hasilnya. Luar Biasa…

See? Tuhan menjawab semua indah pada waktunya. Jujur bukan hal yang mudah untuk bertahan di kota ini. Namun ada banyak pertolongan dari Tuhan yang saya rasakan dan mujizat yang dialami. Mungkin di lain kesempatan saya dapat menceritakan pengalaman demi pengalaman bersama Tuhan di kota ini..

See u guys..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *