Empowering Women,  Personal Growth

Mengapa Perempuan Harus Bangga Berkarya? Instagram Live Hari Kartini oleh Maudy Ayunda dan Menlu bu Retno Marsudi

Kemarin liat postingan instagram Maudy Ayunda, info hari ini bakal live di instragram bareng bu Menlu Retno Marsudi. Aku selalu semangat dengerin Maudy live karena bisa dipastikan isinya daging semua.

Ada aja suntikan semangat baru yang aku dapat, pemikiran yang semakin tajam terutama dalam hal pemberdayaan perempuan. Apalagi di hari Kartini, pasti dong topiknya sangat tajam dan fokus membahas mengenai perempuan. Diskusinya bareng menlu pula, wow komplit sudah!

Bersyukur banget Maudy sebagai artis dengan followers yang besar mau menyuarakan dan berjuang demi pendidikan terutama perempuan, jarang banget kan artis mempergunakan platformnya untuk hal-hal yang membangun mental bangsa.

Jadi aku sangat mengapresiasi semangat Maudy, wajarlah dia masuk sebagai Forbes 30 under 30 Asia! Congrats girl!

Cerita soal livenya, dari awal senang banget dan ngga bosan sama sekali, obrolannya mengalir terus sampai nggak rela udah harus berakhir. Aku ngerasa Maudy dewasa dan bu Retno ngemong banget, jadi berasa dengerin ibu dan anak membicarakan masa depan perempuan. Keren!!

Kalau mau liat video lengkapnya, lihat di IGTV Maudy karena dia save. Ini linknya Instagram Live Maudy

Banyak banget poin yang penting sampai aku catet loh saking sukanya. Aku coba tuliskan apa yang aku simpulkan ya, mungkin aku juga akan komentarin dan tambahin pemikiranku

Adanya Kesetaraan Gender Antara Perempuan dan Laki-Laki

Di Indonesia, issue kesetaraan gender masih terus diperdebatkan, banyak pro dan kontra mengenai pandangan ini. Sekelas Maudy Ayunda aja masih dinyinyirin ngapain harus sekolah tinggi-tinggi, ujungnya ilmunya juga nggak kepakai. Kalau dia aja dinyinyirin apalagi kita ya kan? 😀 Dia dengan rendah hati mengaku bahwa kadang insekyurrr dengan pernyataan kaya gitu

Mendengar obrolan mereka, aku menilai bu Retno dan Maudy tipikal perempuan mandiri yang tau betul apa yang diinginkan dalam hidup. Mereka juga memandang laki-laki setara dengan perempuan, akupun demikian.

Sebaiknya tidak ada pembagian tugas yang kaku antara perempuan dan laki-laki di rumah, jadi siapapun bisa melakukan pekerjaan tertentu selagi waktunya ada.

Bu Retno mengaplikasikan ini di rumah, beliau cerita kalau kedua anaknya laki-laki tapi biasa saja melakukan pekerjaan rumah tangga. Demikian juga dengan suami, sebaiknya perempuan bisa membagi tugas apapun dengan suami.

Semua yang istri bisa lakukan, ya suami harus bisa juga kecuali hal-hal natural seperti melahirkan, menyusui, dll

Dalam hal ini aku juga belajar dari Annisast dan suaminya JG, ya ampun bisa-bisanya JG santuy kerjain semua kerjaan rumah kalau teh Icha lagi sibuk dengan anaknya Xylo, sekedar peluk-pelukan atau baca cerita. Seriusan pengen banget punya pasangan nggak gengsian ngerjain apapun di rumah ahhhaa

Laki-laki ga akan jatuh harga dirinya karena belanja dan masak untuk keluarga, wanita juga tidak jatuh harganya jika tidak melakukan aktivitas itu. Idealisme terhadap calon pasangan meningkat terus ya bund!

Menjadi Perempuan Berkarya Membutuhkan Pasangan yang Supportif

Halo pria-pria insekyurrr dengan wanita berkarya, please kalian lebih baik meningkatkan kualitas diri daripada melarang-larang pasangan untuk maju ya. Bu Retno selalu ingatin bahwa teamwork adalah jalan yg terbaik,  nggak ada hal yang tabu dilakukan oleh lelaki dan perempuan termasuk dalam berkarir.

Bu Retno didukung suami menjadi menlu, ditemenin dalam prosesnya, ngurus ini dan itu didukung guys. Tidak serta merta membuat beliau merasa terancam sebagai laki-laki. Semoga opiniku ini sesuai kenyataannya ya hehhee

Memang sebelum menikah sebaiknya ada pembicaraan yang jelas mengenai pilihan hidup ini. Apakah istri tetap bisa bekerja dan berkarir setelah menikah dan punya anak?

Kalau nggak dibahas dan tidak ada kesepakatan sejak awal, bisa kaget loh. Karena memang banyak pria yang berprinsip wanita harus di rumah, mengurus suami, anak dan rumah

Ngga ada yang salah dengan prinsip itu, cuma ya apa kabarnya kalau menikah dengan wanita yang merasa ga bisa harus duduk di rumah sebagai IRT? Makanya kan cocok-cocokan ya, kalau emang ga ada kesepakatan sebaiknya pertimbangkan ulang sih daripada menyesal dan jadi konflik berkepanjangan setelahnya.

Ngga ada yang salah dengan menjadi IRT, asal itu emang pilihanmu dan dijalani dengan penuh rela. Kalau terpaksa kan lama-lama tertekan bund..

Maudy menyimpulkan bahwa pasangan adalah business decision yang paling penting, karena paling mempengaruhi apakah bisa berkarya dan bangga dengan proses berkarya sebagai seorang perempuan.

Empat Pihak yang Harus Bekerjasama Demi Kesetaraan Gender Bisa Terjadi

Kesetaraan gender bisa terjadi apalagi terdapat kerjasama yang baik antara empat pihak ini:

  1. Aku sebagai Perempuan

Aku harus berprinsip seperti Kartini: AKU MAU!
Aku mau memiliki impian dan berjuang untuk itu! Aku mau memahami bahwa wanita juga butuh berusaha untuk diri dan keluarganya, tidak hanya menunggu seorang pria menikahi lalu mengikuti impian suami

Aku berhak mencari calon suami yang memiliki prinsip yang sejalan denganku. Kalau sudah menikah, aku berhak untuk memiliki pilihan atas diriku sendiri, menjadi IRT atau bekerja, memiliki satu anak atau dua, melanjutkan pendidikan atau tidak, dll

2. Keluarga dan Orang Terdekat

Keluarga yang mendukung kamu menjadi salah satu penentu bisa mengalami kesetaraan gender. Memiliki keluarga dengan prinsip kesetaraan sungguhlah sebuah kemewahan, kamu bisa memilih jalan hidup dengan leluasa dari kecil dan menentukan pendidikan serta pekerjaan yang kamu mau

Perempuan yang dididik dalam keluarga seperti ini pada umumnya tau betul apa yang diinginkan, dan berani mengejar karena selama ini selalu mendapat dukungan. Ketika keluarga tidak memandang aneh cita-citamu, maka kamu akan merasa lebih ringan langkah untuk mengejarnya bukan?

Tapi tidak semua beruntung, sebagian keluarga masih memandang bahwa pendidikan anak perempuan tidak prioritas. Paling penting terampil dalam pekerjaan rumah sebagai modal untuk menikah

Kalau keluarga asal tidak mendukung,  kamu bisa edukasi mereka secara perlahan karena memang sulit. Tapi jikapun tidak berhasil, carilah pasangan yang satu frekuensi dan bisa mendukungmu ke depannya. Karena hidup akan dihabiskan lebih banyak bersama pasangan dibandingkan keluarga asal.

3. Sistem Sosial/Masyarakat

Masyarakat yang memberi ruang kepada perempuan untuk maju akan sangat mempengaruhi. Mindset dan kepercayaan yang dishare komunitas mempengaruhi perspektif terhadap diri dan sekitar

Indonesia masih memiliki PR besar dalam hal ini. Masyarakat masih perlu diedukasi terus menerus bahwa menjadi perempuan tidak seharusnya menjadi penghalang dalam berkarir dan berkarya

Ini tugas kita bersama untuk saling mengedukasi dan menajamkan sudut pandang, dimulai dari diri sendiri, keluarga, lalu ke masyarakat. Sebagian besar masyarakat tidak menyadari karena memang tidak pernah diedukasi, mereka hanya memegang prinsip yang sudah turun temurun diajarkan

Kita bisa menggunakan media sosial untuk sharing pandangan, ya walaupun harus siap dipergunjingkan karena dianggap terlalu radikal dan tidak sesuai prinsip yang ada. Optimis suatu saat masyarakat akan lebih menyadari hal ini sehingga perempuan semakin berdaya dan bisa berkarya lebih banyak

4. Policy/Kebijakan dari pemerintah

Kebijakan pemerintah yang menolong perempuan memiliki ruang gerak yang lebih luas akan sangat membantu. Pemerintah punya power terhadap kebijakan yang menyentuh setiap lapisan masyarakat secara khusus perempuan.

Bu Retno sharing bahwa penerimaan CPNS semakin gender friendly, presentase CPNS untuk menlu mencapai 64%, calon diplomat perempuan 50%. Perempuan dan lelaki memiliki ruang gerak yang sama untuk saat ini dalam berbagai bidang pekerjaan

Di kantor menlu sendiri ada kekhususan dimana kantor membuat daycare untuk ibu yang memiliki anak, sehingga mereka bisa bekerja dengan tenang karena anaknya diasuh dengan baik oleh tenaga profesional di daycare, lalu jam istirahat bisa bertemu dan menyusui anak. Surga dunia untuk para ibu yang galau ninggalin anak di rumah.

Kebayang nggak sih suatu saat kantor-kantor mulai menerapkan hal yang sama, para ibu akan lebih produktif karena tidak harus mengambil pilihan sulit untuk resign demi mengasuh anak.

Pendidikan untuk Perempuan Sangat Penting

Memang banyak opini yang mengatakan bahwa perempuan ngapain sekolah tinggi karena nggak akan kepakai juga, cowok juga bakal takut, susah cari pasangan, dll  Tapi menurut bu Retno justru sebaliknya, sekolah harus tinggi!

Ibunya bu Retno selalu berpesan: jadilah perempuan yang pintar karena sebagian besar pendidikan anak ada di ibu, sesibuknya ibu dia pasti memiliki investasi mendidik anak lebih banyak dari bapak. Kalau perempuan pandai dan pintar, tanpa sadar kita mempersiapkan generasi yang pintar juga

Peran perempuan sangat penting, jangan sepelekan pendidikan anak di rumah. Ini adalah awal dari semuanya, kalau peran policy kuat, maka masyarakat akan lebih mudah untuk menyesuaikan. Issue gender harus dimainstreamkan, perempuan dan laki-laki adalah setara karena sama-sama memiliki peran yang besar dalam masyarakat

Perempuan Harus Berani Bekerjakeras Mengejar Mimpi

Bu Retno mengaku berasal dari keluarga sederhana, butuh daya juang untuk bisa sampai di titik sekarang. Bu Retno yakin bahwa setiap perempuan bisa berubah dari nobody menjadi somebody kalau dia betul-betul bekerja keras, memiliki mimpi dan mengejar mimpi itu dengan kerja keras.

Setiap perempuan harus mengoptimalkan anugrah yang sudah diberikan Tuhan kepada wanita untuk mengejar mimpinya. Perempuan harus membuktikan bahwa pendidikan sangat penting dan harus diberikan ruang yang setara untuk mengejar mimpi, choose to challenge, choose to partnering

Bagaimana bu Retno Menyeimbangkan antara Menjadi Istri, Ibu dan Karir

Belajar menjadi wanita dengan pendekatan holistik, bagaimana mengatur semuanya berjalan dengan baik antara keluarga, hubungan dan karir? Bu Retno menyampaikan bahwa sekarang terlihat lebih mudah, karena tinggal menikmati buah dari kerja keras

Dulu sangat sulit karena harus mengatur semuanya , bu Retno sampaikan ada ART yang setia 31 tahun menolong memaksimalkan semua. Jadi ingat story mbak Windy Teguh, salah satu kunci awet muda seorang ibu adalah suami yang baik dan ART yang mumpuni, sangat masuk akal 😀

Ketika memiliki tekad untuk berkarir, harus terima konsekuensi. Perlu mendidik anak disiplin sejak dini, ajari anak bermimpi dari kecil. Jadi dia tau tanggungjawabnya sejak kecil, tidak harus diomelin karena sudah paham butuh kerja keras mengejar impian yang dia mau.

Makanya bu ibu jangan marahin anak dengan impiannya sejak dini ya, malas berusaha karena tidak tahu apa yang ingin dikejar juga

Mengajari anak memiliki time table sendiri, mengejar mimpi sendiri tanpa harus diawasi terus oleh ibu. Bagaimana bisa? Disini pentingnya memiliki pondasi dari awal yang sudah dibangun dengan baik, prosesnya sangat sulit tapi worth it untuk jangka panjang

Pesan bu Retno…

Jangan pernah menyerah! Dalam perjalanan akan jatuh bangun, kalau belum berhasil saat ini, mungkin akan berhasil besok atau lusa. Menyerah adalah akhir dari perjalanan dan mimpi kita!

 

Semangat untuk semua perempuan dimanapun berada. Berani memiliki impian dan mengejarnya 🙂

Selamat Hari Kartini 2021 🙂

2 Comments

  • Ghina

    Seperti influencer kita samaan mba erikaaa.. Ada mba Annisa dan mba windi juga kesebut nih. Wkwk

    Mkasih bnyk utk ringkasannya, aku yg nggak dengerin jadi dapat insight juga dari obrolan mereka.

    Masalah gender emang masih diperdebatkan ya, tapi bersyykurnus sekarang ini makin bnyk gerakan yg support perempuan utk maju. Artis Hannah Arrasyid juga sering ngmgn ttg gender dan perempuan lho di medsosnya. Aku pernah dengerin pas ngobrol di podcast nya maknatalks.

    Dengan perempuan sudah bnyk bersuara, semoga hak-hak perempuan juga semakin terfasilitasi dan setara dengan laki-laki ya. Aamiin

    • Erika H Sinaga

      Hai mba Ghinaaaa… Oiyaaa yaaa, berarti kita dipengaruhi orang2 yang sama, makanya kurang lebih pemikirannya juga mirip-mirip 😀 Sama-sama mbak, senang bisa berbagi..

      Oiya, coba ntar aku cek Hannah Arrasyid ya, jujur aku belum pernah dengar namanya yampun..

      Semoga ke depan semakin banyak perempuan yang berani memperjuangkan hak sesamanya, selalu diawali dengan proses yang nggak mudah tapi sangat worth it..

      Semangat juga buat kamu ya mbak <3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *