Uncategorized

Love Letter to My Godly Man *1

Syalom bang..
Gimana memulainya ya?deg degan sendiri,serius 😀
Terinspirasi dari buku “When God Writes My Loves Story” yang ditulis oleh Eric Ludy dan Leslie Ludy, aku ingin menuliskan surat cinta untukmu, masa depanku. Daripada aku sibuk gegalauan memikirkan teman hidup lebih baik aku mempersiapkan diri dengan baik sembari menunggu kamu datang di depanku. Sebenarnya ini salah satu proktat untuk Juni kemarin, tapi aku ga bisa kasi pikiran dan waktu menuliskannya. Aku terlalu sibuk dan sibuk, bahkan ga punya waktu mengerjakan proktat lainnya. Aku harus benar-benar melatih diri untuk disiplin dan mengatur waktuku dengan baik.
Jujur aja, sampai sekarang aku ga punya gambaran siapa kamu, asalnya dari mana, marga apa (kalau bermarga), umurnya berapa, pekerjaannya apa,dlsb. Ga punya gambaran sama sekali, lain hal kalau kamu sudah bertemu denganku. Mungkin sudah punya gambaran 😀
Duh seriusan aku blank ga tau mau bilang apa sama kamu, berasa gila gitu lo bicara sendiri dengan orang yang belum tau wujudnya hahaha..Tapi aku percaya dan meyakini kamu sudah terlahir ke dunia, kalau belum, ntar aku dituduh pedofil ama orang-orang, lagi marak kan kasus pedofil..
Dari buku itu aku semakin diteguhkan dan dikuatkan untuk menjaga kekudusan hidupku, dan melindungi harta karunku untuk kupersembahkan dengan utuh untukmu. Aku berkomitmen untuk tetap menjaga diriku dengan baik, sebelum kita sepakat untuk saling menjaga satu sama lain dalam ikatan pernikahan yang sah.
Aku selalu berdoa semoga kamu juga melakukan hal yang sama, menjaga kekudusan hidup, mencari Allah dan membina hubungan yang intim denganNya. Aku meyakini, sembari Allah mempersiapkanku, kamu juga dipersiapkan olehNya disana, di tempat yang aku sendiri belum mengetahuinya.
Kamu jangan heboh-heboh dengan wanita lain sebelum kita bertemu, aku punya penyakit sejenis cemburuisme, jangan habiskan harta karunku ya, Itu hak ku,tolong jaga dengan baik 😀 Aku tau aku pasti akan berusaha menerima dengan lapang dada, seberapapun harta karun itu tersisa, tapi alangkah bahagianya menerima harta karunku masi utuh dan tidak banyak noda. Demikian yang kupikirkan tentangmu, maka dari itu aku sangat bersemangat menjaganya untukmu.
Sering sekali aku merenungkan, di usiaku yang hampir 25 tahun ini, aku belum memiliki pacar bang, trus aku masih sering tidak menyadari kalau aku udah dewasa, wanita dewasa, bukan lagi gadis remaja yang masih bisa bercentil ria. Ada banyak tanggungjawab dan tuntutan yang kuemban saat ini. Jujur sih, aku merasa kamu sudah waktunya mulai menampakkan diri, karena aku merasa sudah membutuhkan seseorang untuk belajar bersama-sama di dalam sebuah hubungan. Kamu tau gak, aku sudah ingin belajar gimana rasanya mendampingi seorang pria (bukan berarti harus menikah sekarang),
belajar gimana rasanya berkonflik dalam sebuah hubungan, belajar mengayomi, belajar memperhatikan dengan tulus, belajar menjadi manja (kamu tau aku kadang terlalu mandiri, ga tau caranya bermanja), belajar menjadi wanita yang mampu mengurusi banyak hal (aku masih sering merasa gagal bahkan mengurus diriku sendiri), dan banyak hal yang ingin kita lakukan bersama. Namun aku akan tetap menunggu dengan sabar kapan Tuhan izinkan kita saling meyakini dan melangkah dalam suatu hubungan.  Mungkin saat ini Tuhan menilai kita belum siap, jadi harus terus belajar dan bersiap ya bang.
Kakak sekantorku selalu aja bercerita tentang suaminya yang sangat baik, orang-orang di kantor ngomongin pacar masing-masing, teman-teman gereja juga, aku sering iri sih, pengen juga soalnya hahahaa.. Tapi aku ga mau ngasal nerima pria kalau dia belum jelas-jelas itu kamu, pria yang direncanakan Tuhan menjadi teman hidupku. Kamu tau, aku setia menunggumu disini, menunggu dalam kesendirianku, kesepianku. Aku hanya terus berdoa semoga Tuhan mempertemukan kita sesegera yang Dia mau. Memikirkan kemungkinan kamu sedang bersama wanita lain itu rasanyaaa nyesek sih, mudah-mudahan juga sedang sendiri seperti aku hahaha…
Oke deh bang, itu dulu ya pembukaannya, Akan ada surat-surat selanjutnya untukmu, aku akan bercerita banyak hal padamu. Mungkin suatu saat kamu berkesempatan membaca surat ini, tapi gapapa ya pembaca blogku baca duluan. Aku yakin suatu saat aku akan belajar banyak dan melihat tuntunan Tuhan melalui surat ini.
Jaga diri abang baik-baik,demikian juga aku. Tetap setia berdoa,baca firman dan jangan menjauhkan diri dari persekutuan orang percaya. Aku akan berjuang melakukan hal yang sama.Rasanya sisi melankolisku sangat kuat menuliskan semua ini, gapapa, apapun pandangan orang yang penting aku menikmati proses ini.. sampai jumpa :):)
God and I Love You

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *